Layar Terlalu Kecil

Lebar layar Anda saat ini tidak mencukupi untuk menampilkan laman web secara optimal. Untuk pengalaman terbaik, harap gunakan perangkat dengan layar lebih besar atau sesuaikan pengaturan Anda.

Beberapa hal yang dapat Anda coba:

Tentang SNI 03-1969-1990

SNI 03-1969-1990 Metode Pengujian Berat Jenis dan Penyerapan Air Agregat Kasar merupakan standar yang mengatur tata cara penentuan berbagai jenis berat jenis agregat kasar serta angka penyerapannya. Standar SNI 03-1969-1990 mencakup pengujian untuk agregat yang tertahan saringan No. 4 (4,75 mm) dan hasilnya dapat digunakan dalam penyelidikan quarry, perencanaan campuran beton, serta perencanaan campuran perkerasan jalan. Standar ini telah diperbarui menjadi SNI 1969:2008 dan selanjutnya SNI 1969:2016.

Maksud dan Tujuan

Metode SNI 03-1969-1990 dimaksudkan sebagai pedoman dalam pelaksanaan pengujian untuk menentukan berat jenis curah, berat jenis kering permukaan jenuh, berat jenis semu dari agregat kasar, serta angka penyerapan agregat kasar. Tujuan dari pengujian SNI 03-1969-1990 adalah untuk memperoleh nilai berat jenis curah, berat jenis kering permukaan jenuh, berat jenis semu, dan besarnya angka penyerapan agregat kasar.

Ruang Lingkup

Pengujian SNI 03-1969-1990 dilakukan terhadap agregat kasar, yaitu material yang tertahan pada saringan berdiameter 4,75 mm (saringan No. 4). Hasil pengujian yang diperoleh dapat dimanfaatkan dalam berbagai pekerjaan, antara lain:

  • Penyelidikan sumber agregat (quarry);
  • Perencanaan campuran dan pengendalian mutu beton;
  • Perencanaan campuran dan pengendalian mutu perkerasan jalan.

Istilah Penting

  • Berat jenis curah (bulk specific gravity): Perbandingan antara berat agregat kering oven dengan berat air suling yang isinya sama dengan volume agregat dalam keadaan jenuh pada suhu 25°C.
  • Berat jenis kering permukaan jenuh (saturated surface dry specific gravity): Perbandingan antara berat agregat dalam kondisi kering permukaan jenuh dengan berat air suling yang isinya sama dengan volume agregat dalam keadaan jenuh pada suhu 25°C.
  • Berat jenis semu (apparent specific gravity): Perbandingan antara berat agregat kering oven dengan berat air suling yang isinya sama dengan volume agregat dalam keadaan kering (hanya bagian padat, tidak termasuk pori yang dapat dimasuki air) pada suhu 25°C.
  • Penyerapan (absorption): Perbandingan antara berat air yang dapat diserap oleh agregat dengan berat agregat dalam keadaan kering, dinyatakan dalam persen.

Peralatan

Peralatan yang digunakan dalam pengujian berat jenis dan penyerapan agregat kasar meliputi:

  • Keranjang kawat berukuran 3,35 mm (No. 6) atau 2,36 mm (No. 8) dengan kapasitas sekitar 5 kg.
  • Tempat air berkapasitas dan bentuk yang sesuai, dilengkapi dengan pipa pengatur agar permukaan air selalu tetap selama pengujian.
  • Timbangan dengan kapasitas 5 kg dan ketelitian 0,1% dari berat contoh yang ditimbang, dilengkapi dengan alat penggantung keranjang.
  • Oven yang dilengkapi pengatur suhu untuk memanaskan hingga (110 ± 5)°C.
  • Alat pemisah contoh (sample splitter) untuk memperoleh contoh uji yang representatif.
  • Saringan No. 4 (4,75 mm) untuk memisahkan agregat kasar dari agregat halus.

Benda Uji

Benda uji adalah agregat yang tertahan pada saringan No. 4 (4,75 mm). Contoh uji diperoleh dari alat pemisah contoh atau dengan cara perempat (quartering) sebanyak kurang lebih 5 kg.

Prosedur Pengujian

Urutan pelaksanaan pengujian berat jenis dan penyerapan agregat kasar adalah sebagai berikut:

  1. Cuci benda uji hingga bersih untuk menghilangkan debu atau bahan lain yang melekat pada permukaan agregat.
  2. Keringkan benda uji dalam oven pada suhu (110 ± 5)°C sampai mencapai berat tetap. Catatan: Jika nilai penyerapan dan berat jenis akan digunakan untuk beton dengan agregat dalam kondisi kadar air asli, pengeringan oven dapat dilewatkan.
  3. Dinginkan benda uji pada suhu ruang selama 1-3 jam, kemudian timbang dengan ketelitian 0,5 gram. Catat sebagai Bk (berat kering oven).
  4. Rendam benda uji dalam air pada suhu ruang selama 24 ± 4 jam.
  5. Keluarkan benda uji dari air, lap permukaannya dengan kain penyerap hingga selaput air pada permukaan hilang. Untuk butiran besar, lakukan pengeringan permukaan satu per satu.
  6. Timbang benda uji dalam kondisi kering permukaan jenuh. Catat sebagai Bj.
  7. Masukkan benda uji ke dalam keranjang, guncang-guncangkan untuk mengeluarkan udara yang terperangkap, kemudian timbang beratnya dalam air. Catat sebagai Ba. Ukur suhu air untuk penyesuaian perhitungan ke suhu standar 25°C.
  8. Untuk agregat dengan komposisi butir yang bervariasi (berat dan ringan), lakukan beberapa kali pengujian ulang untuk mendapatkan nilai rata-rata yang memuaskan.

Perhitungan

Berat jenis curah (bulk specific gravity):


Berat jenis curah=BkBjBa\text{Berat jenis curah} = \frac{Bk}{Bj - Ba}


Berat jenis kering permukaan jenuh (saturated surface dry (SSD)):


Berat jenis kering permukaan jenuh=BjBjBa\text{Berat jenis kering permukaan jenuh} = \frac{Bj}{Bj - Ba}


Berat jenis semu (apparent specific gravity):


Berat jenis semu=BkBkBa\text{Berat jenis semu} = \frac{Bk}{Bk - Ba}


Penyerapan (absorption):


Penyerapan=BjBkBk×100%\text{Penyerapan} = \frac{Bj - Bk}{Bk} \times 100\%


Keterangan:

  • Bk = berat benda uji kering oven (gram)
  • Bj = berat benda uji kering permukaan jenuh (gram)
  • Ba = berat benda uji dalam air (gram)

Pelaporan

Hasil pengujian dilaporkan dalam bentuk angka desimal dengan dua digit di belakang koma. Laporan harus mencakup nilai berat jenis curah, berat jenis kering permukaan jenuh, berat jenis semu, dan persentase penyerapan agregat kasar.

Dokumen Sumber

Untuk detail lebih lanjut, Anda dapat mengakses dokumen sumber SNI 03-1969-1990 melalui tautan di bawah ini.


Dapatkan dokumen resmi standar terkait di Pesta BSN: SNI 1969:2016 (versi revisi terbaru).


Standar terkait: SNI 1969:2008 | SNI 1969:2016