Tentang SNI 03-1971-1990 (ICS 91.100.20)
SNI 03-1971-1990 Metode Pengujian Kadar Air Agregat merupakan standar yang mengatur tata cara penentuan kadar air yang terkandung dalam agregat. Standar SNI 03-1971-1990 mencakup prosedur pengujian untuk agregat dengan kisaran ukuran dari 6,3 mm sampai 152,4 mm. Hasil pengujian kadar air agregat dapat digunakan dalam perencanaan campuran dan pengendalian mutu beton serta perkerasan jalan.
Maksud dan Tujuan
Metode SNI 03-1971-1990 dimaksudkan sebagai pegangan dalam pelaksanaan pengujian untuk menentukan kadar air yang dikandung oleh agregat. Tujuan dari pengujian sesuai SNI 03-1971-1990 adalah untuk memperoleh nilai persentase kadar air yang terkandung dalam agregat.
Ruang Lingkup
Pengujian SNI 03-1971-1990 diterapkan pada agregat yang memiliki ukuran butir dengan kisaran diameter antara 6,3 mm hingga 152,4 mm. Hasil yang diperoleh dari pengujian kadar air agregat dapat dimanfaatkan dalam berbagai pekerjaan, antara lain:
- Perencanaan campuran dan pengendalian mutu beton; dan
- Perencanaan campuran dan pengendalian mutu perkerasan jalan.
Istilah Penting
- Kadar air agregat: Besarnya perbandingan antara berat air yang terkandung dalam agregat dengan berat agregat dalam keadaan kering, yang dinyatakan dalam persen.
Peralatan
Peralatan yang digunakan dalam pengujian kadar air agregat meliputi:
- Timbangan dengan ketelitian 0,1% dari berat contoh uji.
- Oven yang dilengkapi dengan pengatur suhu yang mampu memanaskan hingga (110 ± 5) °C.
- Talam logam tahan karat berkapasitas cukup besar untuk mengeringkan benda uji.
Benda Uji
Berat minimum benda uji untuk pemeriksaan agregat tergantung pada ukuran butir maksimum agregat, sesuai dengan ketentuan dalam Daftar 1 berikut.
| Ukuran Butir Maksimum | Berat (W) Agregat Minimum (kg) | |
|---|---|---|
| mm | Inci | |
| 6,3 | 1/4 | 0,5 |
| 9,5 | 3/8 | 1,5 |
| 12,7 | 1/2 | 2,0 |
| 19,1 | 3/4 | 3,0 |
| 25,4 | 1 | 4,0 |
| 38,1 | 1 1/2 | 6,0 |
| 50,8 | 2 | 8,0 |
| 63,5 | 2 1/2 | 10,0 |
| 76,2 | 3 | 13,0 |
| 88,9 | 3 1/2 | 16,0 |
| 101,6 | 4 | 25 |
| 152,4 | 6 | 50 |
Prosedur Pengujian
Urutan proses pengujian kadar air agregat dilakukan sebagai berikut:
- Timbang dan catat berat talam kosong sebagai (W₁).
- Masukkan benda uji ke dalam talam, kemudian timbang dan catat berat talam beserta benda uji basah sebagai (W₂).
- Hitung berat benda uji basah dengan rumus W₃ = W₂ – W₁.
- Keringkan benda uji beserta talam dalam oven pada suhu (110 ± 5) °C sampai beratnya mencapai kondisi tetap (konstan).
- Setelah kering, timbang dan catat berat talam beserta benda uji kering sebagai (W₄).
- Hitung berat benda uji kering dengan rumus W₅ = W₄ – W₁.
Perhitungan
Kadar air agregat dihitung menggunakan rumus berikut:
Keterangan:
- W₃ = berat benda uji basah (gram)
- W₅ = berat benda uji kering oven (gram)
Pelaporan
Hasil pengujian kadar air agregat dilaporkan dalam bentuk persen dengan dua angka di belakang koma. Laporan pengujian sebaiknya mencakup identitas benda uji, data perhitungan, serta kondisi pengujian yang dilaksanakan.
Dokumen Sumber
Untuk detail lebih lanjut, Anda dapat mengakses dokumen sumber SNI 03-1971-1990 melalui tautan di bawah ini.
Dapatkan dokumen resmi standar terkait di Pesta BSN: SNI 1971:2011.