Tentang SNI 03-2461-2002 (ICS 91.100.30)
SNI 03-2461-2002 Spesifikasi Agregat Ringan untuk Beton Ringan Struktural merupakan standar yang mengatur persyaratan agregat ringan yang digunakan untuk memproduksi beton ringan struktural. Standar SNI 03-2461-2002 mencakup dua jenis agregat ringan yaitu agregat hasil proses pengembangan/pemanasan (seperti lempung bekah, abu terbang, perlit bekah) dan agregat alami (seperti batu apung dan skoria). Standar SNI 03-2461-2002 menetapkan batasan-batasan untuk komposisi kimia, sifat fisis, gradasi, serta persyaratan kuat tekan dan kuat tarik belah beton ringan yang dihasilkan. SNI 03-2461-2002 telah direvisi menjadi SNI 2461:2014 dan SNI 2461:2018.
Ruang Lingkup
Standar SNI 03-2461-2002 mencakup spesifikasi agregat ringan yang digunakan untuk beton ringan struktural, meliputi persyaratan karakteristik umum, komposisi kimia, serta sifat-sifat fisis dan mekanis agregat ringan.
Istilah Penting
- Batu apung (pumice): Batuan alam yang berasal dari letusan gunung api yang mengandung buih gelas vulkanik yang berbentuk gelembung-gelembung.
- Skoria: Batuan vulkanik berwarna gelap berukuran butir antara 4-32 mm yang mempunyai pori-pori berbentuk memanjang.
- Lempung bekah: Hasil pembekahan melalui proses pemanasan pada temperatur tinggi dari batuan lempung atau batu serpih.
- Batu serpih: Batu malihan alami dari lempung berbutir halus, yang terbentuk karena tekanan pada temperatur sedang.
- Abu terbang (fly ash): Butiran halus limbah hasil pembakaran batu bara.
- Tanah diatome: Bahan yang menyerupai tanah dan berasal dari tumbuhan laut yang disebut diatom.
- Batu sabak: Batu malihan alami dari lempung berbutir halus yang terbentuk karena tekanan dan temperatur tinggi.
- Batu obsidian: Batuan hasil letusan gunung api yang menyerupai gelas yang tersusun oleh silika dan mempunyai kandungan air lebih kecil dari 2% dan akan mengembang menjadi massa gelembung gelas bila dipanaskan secara cepat pada temperatur tinggi.
- Perlit bekah: Hasil pembekahan melalui proses pemanasan pada temperatur tinggi dari batu obsidian.
- Nilai keremukan: Suatu ukuran relatif dari daya tahan suatu agregat ringan terhadap keremukan yang disebabkan adanya kenaikan beban tekan yang teratur.
- Nilai 10% kehalusan: Satuan besarnya beban yang diperlukan untuk dapat menghasilkan bagian yang remuk dengan ukuran lebih kecil dari 2,4 mm berkisar antara 7,5 – 12%.
Karakteristik Umum
Dua jenis agregat ringan yang tercakup dalam spesifikasi SNI 03-2461-2002 adalah:
- Agregat hasil proses pengembangan, pemanasan, atau sintering dari bahan terak tanur tinggi, lempung, diatome, abu terbang, batu sabak, dan batu obsidian.
- Agregat yang diperoleh dari bahan alami yang tidak diproses secara termal, seperti batu apung dan skoria.
Komposisi Kimia
Agregat ringan yang digunakan tidak boleh mengandung bahan kimia yang merusak dalam jumlah yang melebihi batasan-batasan berikut:
- Hasil pengujian kadar zat organis pada agregat ringan tidak boleh memperlihatkan warna yang lebih gelap dari warna pembanding (standar), kecuali kalau dapat dibuktikan bahwa perubahan warna itu mengakibatkan turunnya kekuatan tekan beton tidak lebih dari 5%.
- Kandungan besi oksida (Fe₂O₃) yang menyebabkan noda pada agregat tidak boleh lebih dari 1,5 mg per 200 gram contoh.
- Kehilangan berat akibat pembakaran agregat ringan tidak boleh melebihi 5%.
Sifat-sifat Fisis dan Mekanis
Gradasi
Agregat ringan yang diuji harus memenuhi persyaratan gradasi seperti yang tercantum dalam Tabel 1.
Keseragaman Gradasi
Keseragaman gradasi butiran ditentukan berdasarkan besarnya modulus kehalusan yang harus diuji secara periodik. Setiap nilai modulus kehalusan tidak boleh berbeda lebih dari 7% terhadap nilai modulus kehalusan yang ditentukan.
Sifat Fisis Agregat
Agregat ringan yang diuji harus memenuhi persyaratan sifat fisis seperti yang tercantum dalam Tabel 2.
Persyaratan Beton Ringan
- Kuat tekan dan kuat tarik belah beton ringan harus memenuhi ketentuan dalam Tabel 3.
- Penyusutan akibat pengeringan contoh benda uji tidak boleh melebihi 0,07%.
Persyaratan Susunan Besar Butir Agregat Ringan
Perhatian: Tabel di bawah mengandung data yang sulit ditampilkan pada layar dengan resolusi kecil. Pengguna perangkat seluler disarankan untuk menggunakan mode lanskap dan mengaktifkan Situs Desktop untuk keterbacaan data yang lebih optimal.
| Ukuran Agregat | Persentase yang Lolos Ayakan (% berat) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 25,0 | 19,0 | 12,5 | 9,5 | 4,75 | 2,36 | 1,18 | 0,60 | 0,30 | |
| Agregat halus: | |||||||||
| (4,75 - 0) mm | - | - | - | 100 | 85-100 | - | 40-80 | 10-35 | 5-25 |
| Agregat kasar: | |||||||||
| (25,0 - 4,75) mm | 95-100 | - | 25-60 | - | 0-10 | - | - | - | - |
| (19,0 - 4,75) mm | 100 | 90-100 | - | 10-50 | 0-15 | - | - | - | - |
| (12,5 - 4,75) mm | - | 100 | 90-100 | 40-80 | 0-20 | 0-10 | - | - | - |
| (9,5 - 2,36) mm | - | - | 100 | 80-100 | 5-40 | 0-20 | 0-10 | - | - |
| Kombinasi agregat halus & kasar: | |||||||||
| (12,5 - 8,0) mm | - | 100 | 95-100 | - | 50-80 | - | - | 5-20 | 2-15 |
| (9,5 - 8) mm | - | - | 100 | 90-100 | 65-90 | 35-65 | - | 10-25 | 5-15 |
Persyaratan Sifat Fisis Agregat Ringan
Perhatian: Tabel di bawah mengandung data yang sulit ditampilkan pada layar dengan resolusi kecil. Pengguna perangkat seluler disarankan untuk menggunakan mode lanskap dan mengaktifkan Situs Desktop untuk keterbacaan data yang lebih optimal.
| No | Sifat Fisis | Persyaratan |
|---|---|---|
| 1 | Berat jenis | 1,0 – 1,8 |
| 2 | Penyerapan air maksimum (%), setelah direndam 24 jam | 20 |
| 3 | Berat isi maksimum: - Gembur kering (kg/m³) - Agregat halus (kg/m³) - Agregat kasar (kg/m³) - Campuran agregat kasar dan halus (kg/m³) |
1120 880 1040 60 |
| 4 | Nilai persentase volume padat (%) | 9 – 14 |
| 5 | Nilai 10% kehalusan (ton) | - |
| 6 | Kadar bagian yang terapung setelah direndam dalam air 10 menit maksimum (%) | 5 |
| 7 | Kadar bahan yang mentah (clay dump) (%) | <1 |
| 8 | Nilai keawetan, jika dalam larutan magnesium sulfat selama 16-18 jam, bagian yang larut maksimum (%) | 12 |
Catatan: Nilai keremukan ditentukan sebagai hasil bagi banyaknya fraksi yang lolos pada ayakan 2,4 mm dengan banyaknya bahan agregat kering oven semula dikalikan 100%.
Persyaratan Kuat Tekan dan Kuat Tarik Belah Beton Ringan
| Berat isi kering udara 28 hari, maksimum (kg/m³) | Kuat tarik belah (tidak langsung) rata-rata (MPa) | Kuat tekan rata-rata, 28 hari, minimum (MPa) |
|---|---|---|
| Semua agregat ringan | ||
| 1760 | 2,2 | 28 |
| 1680 | 2,1 | 21 |
| 1600 | 2,0 | 17 |
| Agregat ringan dan pasir | ||
| 1840 | 2,3 | 28 |
| 1760 | 2,1 | 21 |
| 1680 | 2,0 | 17 |
Catatan:
- Nilai kuat tekan dan berat isi diambil dari rata-rata 3 buah benda uji, sedangkan kuat tarik belah diambil rata-rata dari 6 benda uji.
- Nilai antara untuk kekuatan tekan dan nilai berat isi yang berkait dapat diperoleh dengan penambahan atau interpolasi.
- Bahan-bahan yang tidak memenuhi persyaratan kuat tarik rata-rata minimum dapat digunakan bila rancangannya dimodifikasi untuk mengimbangi nilai yang lebih rendah.
- 1 MPa ≈ 10 kg/cm².
Dokumen Sumber
Untuk detail lebih lanjut, Anda dapat mengakses dokumen sumber SNI 03-2461-2002 melalui tautan di bawah ini.
Dapatkan dokumen resmi standar terkait di Pesta BSN: SNI 2461:2014 (versi revisi dari SNI 03-2461-2002).