Tentang SNI 03-4804-1998 (ICS 91.100.20)
SNI 03-4804-1998 Metode Pengujian Berat Isi dan Rongga Udara dalam Agregat merupakan standar yang mengatur tata cara pengujian berat isi agregat dalam kondisi padat atau gembur serta perhitungan rongga udara dalam agregat. Standar SNI 03-4804-1998 mencakup ketentuan peralatan, contoh uji, perhitungan, cara uji, dan pelaporan hasil uji. Standar SNI 03-4804-1998 masih menggunakan kode SNI lama (03-xxxx-xxxx) dan telah banyak diperbarui oleh standar-standar terbaru seperti SNI 1973:2008 untuk beton.
Ruang Lingkup
Metode pengujian yang terdapat dalam SNI 03-4804-1998 mencakup:
- Perhitungan berat isi agregat dalam kondisi padat atau gembur serta perhitungan rongga udara dalam agregat.
- Ketentuan-ketentuan terkait peralatan, contoh uji, perhitungan, cara uji, dan laporan hasil uji.
Istilah Penting
- Berat isi agregat (unit weight): Berat agregat per satuan isi.
- Berat: Gaya gravitasi yang mendesak agregat.
- Agregat: Material granular seperti pasir, batu pecah, dan kerak tungku besi yang dipakai bersama-sama dengan suatu media pengikat untuk membentuk beton semen hidrolik.
- Agregat kasar: Kerikil sebagai disintegrasi alami dari batu atau berupa batu pecah dengan ukuran butir antara 5 mm hingga 40 mm.
- Agregat halus: Pasir alam sebagai disintegrasi alami dari batu atau pasir hasil industri pemecah batu dengan ukuran butir terbesar 5 mm.
- Rongga udara dalam satuan volume agregat (void): Ruang di antara butir-butir agregat yang tidak diisi oleh partikel yang padat.
- Batang penusuk (tamping rod): Alat untuk memadatkan agregat dalam penakar.
- Pengetukan (jigging): Cara pemadatan dengan mengetuk-ngetukkan penakar di lantai.
- Penyekopan (shovelling): Cara pengisian agregat dalam kondisi gembur.
- Kering permukaan (Saturated Surface Dry/SSD): Kondisi agregat jenuh air tetapi permukaan kering.
Peralatan
- Timbangan yang telah dikalibrasi dengan ketelitian 0,1 gram berkapasitas 2 kg untuk agregat halus, dan ketelitian 1 gram berkapasitas 20 kg untuk agregat kasar.
- Batang penusuk yang terbuat dari baja berbentuk bulat lurus, berdiameter 16 mm dan panjang 610 mm, ujungnya dibuat tumpul setengah bundar.
- Alat penakar berbentuk silinder yang terbuat dari logam atau bahan kedap air dengan ujung dan dasar yang benar-benar rata, dengan kapasitas sesuai Tabel 1.
- Sekop atau sendok sesuai dengan kebutuhan.
- Peralatan kalibrasi berupa plat dengan tebal minimum 6 mm dan paling sedikit 25 mm lebih besar dari diameter takaran yang dikalibrasi.
Tabel Kapasitas Penakar Berbagai Ukuran Agregat
| Ukuran besar butir nominal agregat (mm) | Kapasitas maksimum penakar (liter) |
|---|---|
| 12,5 | 2,8 |
| 25,0 | 9,3 |
| 37,5 | 14 |
| 75 | 28 |
| 112 | 70 |
| 150 | 100 |
Contoh Uji
Contoh uji yang akan digunakan harus memenuhi ketentuan sebagai berikut:
- Jumlahnya mendekati 125% hingga 200% dari jumlah yang diuji.
- Contoh uji harus dalam kondisi kering oven atau kering permukaan (SSD).
Prosedur Pengujian Kondisi Padat
Pengujian contoh uji kondisi padat dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu cara tusuk dan cara ketuk.
Cara Tusuk:
- Isi penakar sebanyak sepertiga dari volume penuh dan ratakan dengan batang perata.
- Tusuk lapisan agregat dengan 25 kali tusukan batang penusuk secara merata.
- Isi penakar lagi hingga volume menjadi dua per tiga penuh, ratakan, dan tusuk lagi 25 kali.
- Isi penakar hingga berlebih dan tusuk lagi 25 kali.
- Ratakan permukaan agregat dengan batang perata hingga rata dengan bibir penakar.
- Tentukan berat penakar dan isinya, serta berat penakar itu sendiri.
- Catat beratnya dengan batas ketelitian 0,05 kg.
- Hitung berat isi agregat menurut rumus 1 dan 2.
- Hitung kadar rongga udara menurut rumus 3.
Cara Ketuk:
- Isi agregat dalam penakar dalam tiga tahap sesuai dengan tahapan pengisian penakar pada cara tusuk.
- Padatkan setiap lapisan dengan cara mengetuk-ngetukkan alas penakar secara bergantian di atas lantai yang rata sebanyak 50 kali.
- Ratakan permukaan agregat dengan batang perata sampai rata.
- Tentukan berat penakar dan isinya.
- Hitung berat isi dan kadar rongga udara dalam agregat.
Prosedur Pengujian Kondisi Gembur (Cara Sekop atau Sendok)
- Isi penakar dengan agregat menggunakan sekop atau sendok hingga berlebihan dan hindarkan terjadinya pemisahan butir agregat (segregasi).
- Ratakan permukaan dengan batang perata.
- Tentukan berat penakar dan isinya, serta berat penakar sendiri.
- Catat beratnya dengan ketelitian 0,05 kg.
- Hitung berat isi dan kadar rongga udara dalam agregat.
Perhitungan
Berat Isi
Agregat dalam keadaan kering oven:
atau
Keterangan:
- M = Berat isi agregat dalam kondisi kering oven (kg/m³)
- G = Berat agregat dan penakar (kg)
- T = Berat penakar (kg)
- V = Volume penakar (m³)
- F = Faktor penakar (m⁻³)
Agregat dalam keadaan kering permukaan (SSD):
Keterangan:
- MSSD = Berat isi agregat dalam kondisi kering permukaan (kg/m³)
- M = Berat isi dalam kondisi kering oven (kg/m³)
- A = Absorpsi atau penyerapan air oleh agregat (%)
Kadar Rongga Udara
Keterangan:
- M = Berat isi agregat dalam kondisi kering oven (kg/m³)
- S = Berat jenis agregat dalam kering oven (dihitung menurut SNI 03-1969-1990 untuk agregat kasar dan SNI 03-1970-1990 untuk agregat halus)
- w = Kerapatan air = 998 kg/m³
Pelaporan Hasil Uji
Laporan hasil uji harus memuat:
- Berat isi agregat hasil pengujian cara tusuk.
- Berat isi agregat hasil pengujian cara ketuk.
- Bila perlu, berat isi agregat hasil pengujian cara sekop atau sendok (kondisi gembur).
- Kehilangan berat agregat (jika ada).
- Laporan hasil pengujian untuk kadar rongga udara dengan ketelitian 1% sebagai berikut:
- Rongga udara dalam agregat dengan cara tusuk (%).
- Rongga udara dalam agregat dengan cara ketuk (%).
Ketentuan umum pengujian:
- Timbangan harus dikalibrasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
- Hasil pengujian harus disahkan oleh tenaga pelaksana yang ditunjuk sebagai penanggungjawab pengujian.
- Laporan pengujian harus disahkan oleh kepala laboratorium dengan dibubuhi nama, tanda tangan, nomor surat, dan instansi.
Pilihan Alat Pemampat
Alat pemampatan yang akan digunakan harus memenuhi ketentuan sebagai berikut:
- Gunakan batang penusuk untuk agregat dengan besar butir nominal maksimum 37,5 mm atau kurang.
- Gunakan alat ketuk untuk agregat yang mempunyai besar butir nominal antara 150 mm hingga 37,6 mm.
- Gunakan alat sekop untuk uji gembur atas permintaan khusus.
Formulir Pengujian Berat Isi dan Rongga Udara dalam Agregat
Sesuai dengan Lampiran B dalam SNI 03-4804-1998, formulir laporan hasil uji berat isi agregat harus mencantumkan poin-poin berikut:
- Identitas pengujian berupa nama lembaga, nomor laporan, identitas benda uji, dan personel yang bertugas.
- Data fisik agregat seperti berat contoh (kg) dan ukuran besar butir nominal (mm).
- Data alat penakar seperti volume (m³) dan berat penakar (kg).
- Parameter hasil uji seperti berat jenis agregat, bobot isi, penguapan air, dan persentase rongga udara.
Untuk penggunaan di laboratorium, Anda dapat mengunduh format formulir mentah (DOCX) melalui tautan di bawah ini:
Akses formulir pengujian SNI 03-4804-1998 >>>
Dokumen Sumber
Untuk detail lebih lanjut, Anda dapat mengakses dokumen sumber SNI 03-4804-1998 melalui tautan di bawah ini.
Akses dokumen SNI 03-4804-1998 >>>
Dapatkan dokumen resmi di Pesta BSN.