Tentang SNI 1969:2008 (ICS 91.100.15; ICS 91.010.30)
SNI 1969:2008 Cara Uji Berat Jenis dan Penyerapan Air Agregat Kasar merupakan revisi dari SNI 03-1969-1990. Perbedaan utama SNI 1969:2008 dengan edisi sebelumnya meliputi perubahan temperatur pengujian dari 25°C menjadi 23°C, penyesuaian spesifikasi saringan, serta penambahan uraian mengenai ketelitian dan penyimpangan yang sebelumnya tidak ada. Standar SNI 1969:2008 mengacu pada ASTM C 127-88 (1993). Standar SNI 1969:2008 telah diperbarui menjadi standar SNI 1969:2016.
Ruang Lingkup dan Tujuan
Metode uji SNI 1969:2008 digunakan untuk menentukan berat jenis dan penyerapan air agregat kasar (ukuran butiran > 4,75 mm). Tiga jenis berat jenis yang dapat ditentukan meliputi berat jenis curah kering, berat jenis curah pada kondisi jenuh kering permukaan (Saturated Surface Dry (SSD)), dan berat jenis semu (apparent). Penentuan dilakukan berdasarkan kondisi setelah perendaman selama 24±4 jam dalam air. Metode uji SNI 1969:2008 tidak ditujukan untuk agregat ringan. Standar SNI 1969:2008 tidak mencakup ketentuan keselamatan dan kesehatan kerja.
Arti dan Kegunaan
- Berat jenis curah digunakan dalam menghitung volume yang ditempati agregat dalam campuran beton, aspal, atau campuran lain yang berbasis volume absolut.
- Berat jenis curah kondisi jenuh kering permukaan (SSD) digunakan ketika agregat dalam keadaan basah (kondisi penyerapan terpenuhi).
- Berat jenis curah kondisi kering oven digunakan untuk perhitungan ketika agregat dalam keadaan kering.
- Berat jenis semu menunjukkan kepadatan relatif bahan padat tanpa termasuk ruang pori yang dapat dimasuki air.
- Angka penyerapan digunakan untuk menghitung perubahan berat agregat akibat air yang meresap ke dalam pori, dibandingkan dengan kondisi kering.
Istilah Penting
- Agregat kasar: Kerikil atau batu pecah dengan ukuran butir antara 4,75 mm (No.4) sampai 40 mm.
- Agregat halus: Pasir dengan ukuran butir terbesar 4,75 mm (No.4).
- Agregat ringan: Agregat yang dalam keadaan kering dan gembur mempunyai berat isi ≤ 1.100 kg/m³.
- Berat jenis (specific gravity): Perbandingan antara berat suatu material terhadap berat air dengan volume yang sama pada temperatur yang ditentukan (tanpa dimensi).
- Berat jenis curah kering (bulk specific gravity dry): Perbandingan berat agregat kering oven terhadap berat air dengan volume yang sama (termasuk rongga dalam butir).
- Berat jenis curah jenuh kering permukaan (Saturated Surface Dry (SSD)): Perbandingan berat agregat kondisi jenuh (pori terisi air, permukaan kering) terhadap berat air dengan volume yang sama.
- Berat jenis semu (apparent specific gravity): Perbandingan berat bagian agregat yang impermeabel terhadap berat air dengan volume yang sama.
- Penyerapan air (absorption): Penambahan berat agregat akibat air yang meresap ke dalam pori-pori, dinyatakan sebagai persentase dari berat kering oven.
Peralatan
- Timbangan yang sesuai dengan SNI 03-6414-2002, dilengkapi dengan peralatan untuk menggantung wadah contoh uji di dalam air.
- Wadah contoh uji beranjang kawat saringan No. 6 (3,35 mm) atau ember dengan kapasitas 4-7 liter untuk agregat ukuran maksimum ≤37,5 mm, dan wadah lebih besar untuk ukuran di atasnya. Wadah harus mencegah terperangkapnya udara saat ditenggelamkan.
- Tangki air yang kedap air, dilengkapi saluran pengeluaran untuk menjaga ketinggian air tetap.
- Alat penggantung berupa kawat dengan ukuran praktis terkecil untuk meminimalkan pengaruh panjang rendaman.
- Saringan 4,75 mm (No. 4) atau saringan No. 8 (2,36 mm) jika diperlukan.
- Oven yang mampu memanaskan hingga 110±5°C.
Pengambilan Contoh dan Persiapan Contoh Uji
- Pengambilan contoh sesuai SNI 03-6889-2002.
- Campur agregat secara menyeluruh dan reduksi hingga jumlah yang diperlukan sesuai SNI 13-6717-2002.
- Pisahkan material lolos saringan 4,75 mm (No.4) dengan penyaringan kering, lalu cuci bersih untuk menghilangkan debu dari permukaan agregat.
- Jika agregat mengandung banyak material halus, gunakan saringan No. 8 (2,36 mm) sebagai pengganti saringan No. 4.
- Material lolos saringan No. 4 dapat diuji tersendiri sesuai SNI 03-1970-1990.
- Jika contoh mengandung >15% material tertahan di atas 37,5 mm, ujilah material tersebut dalam fraksi terpisah.
- Jika contoh diuji dalam beberapa fraksi, tentukan gradasinya sesuai SNI 03-1974-1990.
Tabel Berat Minimum Contoh Uji
Berat minimum contoh uji ditentukan berdasarkan ukuran nominal maksimum agregat:
| Ukuran nominal maksimum | Berat minimum contoh uji (kg) |
|---|---|
| 12,5 mm (½") atau kurang | 2 |
| 19,0 mm (¾") | 3 |
| 25,0 mm (1") | 4 |
| 37,5 mm (1½") | 5 |
| 50 mm (2") | 8 |
| 63 mm (2½") | 12 |
| 75 mm (3") | 18 |
| 90 mm (3½") | 25 |
| 100 mm (4") | 40 |
| 112 mm (4½") | 50 |
| 125 mm (5") | 75 |
| 150 mm (6") | 125 |
Prosedur Pengujian (Langkah Kerja)
- Keringkan contoh uji dalam oven pada suhu 110±5°C hingga berat tetap. Dinginkan pada temperatur kamar (1-3 jam untuk ukuran ≤37,5 mm, lebih lama untuk ukuran di atasnya). Rendam agregat dalam air pada temperatur kamar selama 24±4 jam.
- Jika nilai penyerapan akan digunakan untuk campuran beton dengan agregat kondisi alami, pengeringan awal dapat dihilangkan. Nilai penyerapan mungkin lebih tinggi untuk agregat yang tidak dikeringkan oven.
- Keluarkan agregat dari air, gulingkan pada lembaran penyerap hingga lapisan air permukaan hilang. Keringkan butiran besar secara tersendiri. Hindari penguapan air dari pori-pori. Timbang berat kondisi jenuh kering permukaan (B) dengan ketelitian 1,0 g atau 0,1% (pilih yang terbesar).
- Segera tempatkan agregat kondisi SSD dalam wadah, timbang berat dalam air (C) pada temperatur 23±2°C dengan kerapatan air 997±2 kg/m³. Hilangkan gelembung udara dengan mengguncang wadah dalam kondisi terendam.
- Keringkan kembali contoh uji dalam oven pada suhu 110±5°C hingga berat tetap. Dinginkan pada temperatur kamar (1-3 jam atau hingga ~50°C), timbang berat kering oven (A).
Perhitungan
Berat Jenis Curah Kering (Sd):
Berat Jenis Curah Jenuh Kering Permukaan (Ss):
Berat Jenis Semu (Sa):
Penyerapan Air (Sw):
Keterangan:
- A = Berat benda uji kering oven (gram)
- B = Berat benda uji kondisi jenuh kering permukaan (SSD) di udara (gram)
- C = Berat benda uji dalam air (gram)
Catatan: Semua perhitungan dilakukan pada temperatur air 23°C / temperatur agregat 23°C.
Hubungan Matematis Antara Berat Jenis dan Penyerapan
Terdapat hubungan matematis antara ketiga jenis berat jenis dan penyerapan yang dapat digunakan untuk memeriksa konsistensi data:
Keterangan:
- Sd = Berat jenis curah kering
- Ss = Berat jenis curah jenuh kering permukaan
- Sa = Berat jenis semu
- Sw = Penyerapan air (%)
Pelaporan
- Laporkan hasil berat jenis dengan ketelitian 0,01, disertai indikasi tipe berat jenis (curah kering, curah SSD, atau semu).
- Laporkan hasil penyerapan air dengan ketelitian 0,1%.
- Jika agregat diuji pada kondisi kelembaban alami (tanpa pengeringan awal dan perendaman 24±4 jam), laporkan sumber benda uji dan prosedur yang digunakan untuk mencegah kekeringan sebelum pengujian.
Ketelitian dan Penyimpangan
Karena tidak ada material acuan yang cocok untuk menentukan penyimpangan dalam prosedur pengukuran penyerapan agregat kasar, maka tidak ada pernyataan mengenai penyimpangan.
Dokumen Sumber
Untuk detail lebih lanjut, Anda dapat mengakses dokumen sumber SNI 1969:2008 melalui tautan di bawah ini.
Dapatkan dokumen resmi standar terkait di Pesta BSN: SNI 1969:2016 (versi revisi terbaru).
Standar terkait: SNI 03-1969-1990 | SNI 1969:2016