Tentang SNI 1969:2016 (ICS 91.100.15)
SNI 1969:2016 Metode Uji Berat Jenis dan Penyerapan Air Agregat Kasar merupakan revisi dari SNI 1969:2008. Standar SNI 1969:2016 mengacu pada AASHTO T 85-14 (2014). Perbedaan utama SNI 1969:2016 dengan edisi sebelumnya meliputi perubahan lama perendaman agregat dari 24±4 jam menjadi 15-19 jam, penambahan prosedur penanganan jika agregat melewati kondisi jenuh kering permukaan (Saturated Surface Dry (SSD)), serta penambahan persamaan untuk menghitung nilai rata-rata berat jenis dan penyerapan air bila pengujian dilakukan dalam beberapa fraksi ukuran.
Ruang Lingkup dan Tujuan
Metode uji SNI 1969:2016 digunakan untuk menentukan berat jenis curah, berat jenis jenuh kering permukaan (SSD), berat jenis semu, serta angka penyerapan air agregat kasar. Metode SNI 1969:2016 tidak ditujukan untuk agregat ringan. Kondisi tersebut penting dalam perhitungan volume absolut untuk campuran beton, campuran aspal, dan aplikasi lainnya. Standar SNI 1969:2016 tidak mencakup ketentuan keselamatan dan kesehatan kerja.
Istilah Penting
- Agregat Kasar: Kerikil atau batu pecah dengan ukuran butir antara 4,75 mm sampai 40 mm.
- Berat Jenis Curah (Bulk Specific Gravity): Perbandingan berat agregat kering oven terhadap berat air suling dengan volume yang sama (termasuk rongga dalam butir yang dapat dan tidak dapat dimasuki air).
- Berat Jenis Jenuh Kering Permukaan (Saturated Surface Dry (SSD)): Perbandingan berat agregat dalam kondisi jenuh (pori terisi air, permukaan kering) terhadap berat air suling dengan volume yang sama.
- Berat Jenis Semu (Apparent Specific Gravity): Perbandingan berat agregat kering oven terhadap berat air suling dengan volume yang sama, namun hanya memperhitungkan volume bagian padat (impermeabel) saja.
- Penyerapan Air: Kemampuan agregat menyerap air ke dalam pori-pori setelah perendaman 15-19 jam, dinyatakan sebagai persentase dari berat kering oven.
Peralatan
- Timbangan sesuai SNI 05-6414-2000, dilengkapi dengan peralatan untuk menggantung wadah contoh uji di dalam air.
- Wadah contoh uji berupa keranjang kawat ayakan No. 6 atau ember dengan kapasitas 4-7 liter untuk agregat ukuran maksimum ≤37,5 mm, dan wadah lebih besar untuk ukuran di atasnya.
- Tangki air kedap air dengan saluran pengeluaran untuk menjaga ketinggian air tetap.
- Alat penggantung berupa kawat dengan ukuran praktis terkecil untuk meminimalkan pengaruh panjang rendaman.
- Ayakan No. 4 (4,75 mm) atau No. 8 jika diperlukan.
- Oven yang mampu memanaskan hingga 110±5°C.
Persiapan Contoh Uji
- Siapkan contoh agregat kasar sesuai SNI 13-6717-2002. Pisahkan material lolos ayakan No. 4 dengan penyaringan kering, lalu cuci bersih untuk menghilangkan debu dan kotoran dari permukaan agregat.
- Berat minimum contoh uji ditentukan berdasarkan ukuran maksimum nominal agregat (lihat tabel dalam dokumen).
- Jika agregat mengandung lebih dari 15% material tertahan di atas 37,5 mm, ujilah material tersebut dalam fraksi terpisah.
- Jika contoh diuji dalam dua fraksi atau lebih, tentukan gradasinya sesuai SNI ASTM C136-2012.
| Ukuran maksimum nominal (mm) | Berat minimum contoh uji (kg) |
|---|---|
| 4,75 | 2 |
| 9,5 | 2 |
| 12,5 | 2 |
| 19,0 | 3 |
| 25,0 | 4 |
| 37,5 | 5 |
| 50 | 8 |
| 63 | 12 |
| 75 | 18 |
| 90 | 25 |
| 100 | 40 |
| 112 | 50 |
| 125 | 75 |
| 150 | 125 |
Prosedur Pengujian
- Keringkan contoh uji dalam oven pada suhu 110±5°C hingga berat tetap. Dinginkan pada temperatur ruang (1-3 jam untuk ukuran ≤37,5 mm, lebih lama untuk ukuran di atasnya). Rendam agregat dalam air pada temperatur ruang selama 15 jam sampai dengan 19 jam.
- Keluarkan agregat dari air, keringkan permukaan partikel dengan kain penyerap atau lembaran penyerap hingga lapisan air permukaan yang terlihat hilang. Jika agregat terlalu kering (melewati kondisi SSD), rendam kembali selama 30 menit, lalu ulangi proses pengeringan permukaan.
- Timbang berat agregat dalam kondisi jenuh kering permukaan (B) dengan ketelitian 1,0 g atau 0,1% dari berat contoh, pilih yang terbesar.
- Segera tempatkan agregat dalam wadah dan timbang beratnya dalam air (C) pada temperatur 23,0±1,7°C. Pastikan tidak ada gelembung udara yang terperangkap.
- Keringkan kembali contoh uji dalam oven pada suhu 110±5°C hingga berat tetap. Dinginkan, lalu timbang berat kering oven (A).
Perhitungan
Berat Jenis Curah (Bulk Specific Gravity) - Sd:
Berat Jenis Jenuh Kering Permukaan (SSD) - Ss:
Berat Jenis Semu (Apparent Specific Gravity) - Sa:
Penyerapan Air (Absorption) - Aw:
Keterangan:
- A = Berat benda uji kering oven (gram)
- B = Berat benda uji kondisi jenuh kering permukaan (SSD) di udara (gram)
- C = Berat benda uji dalam air (gram)
Berat Jenis Rata-rata (bila diuji dalam beberapa fraksi):
Penyerapan Air Rata-rata (bila diuji dalam beberapa fraksi):
Keterangan:
- P₁, P₂, … Pₙ = Persentase berat setiap fraksi pada contoh uji asli
- G₁, G₂, … Gₙ = Nilai berat jenis yang tepat untuk setiap fraksi
- A₁, A₂, … Aₙ = Persentase penyerapan air setiap fraksi
Pelaporan
- Laporkan hasil berat jenis dengan ketelitian 0,01, disertai indikasi tipe berat jenis (curah, SSD, atau semu).
- Laporkan hasil penyerapan air dengan ketelitian 0,1%.
- Jika agregat diuji pada kondisi kelembaban alami (tanpa pengeringan awal), hal ini harus dicatat dalam laporan.
Ketelitian dan Penyimpangan
- Perkiraan ketelitian metode uji diperoleh dari program AASHTO Materials Reference Laboratory Reference Sample Program (lihat tabel referensi dalam dokumen SNI untuk detail lebih lanjut).
- Tidak ada pernyataan penyimpangan yang dapat dibuat untuk metode SNI 1969:2016.
Catatan Penting
- Metode uji SNI 1969:2016 tidak digunakan untuk agregat ringan karena pori-porinya mungkin tidak terisi penuh air dalam waktu perendaman 15-19 jam.
- Jika contoh uji mengering melewati kondisi SSD, rendam kembali selama 30 menit, lalu ulangi proses pengeringan permukaan.
- Terdapat hubungan matematis antara ketiga jenis berat jenis dan penyerapan air yang dapat digunakan untuk memeriksa konsistensi data (lihat lampiran dalam dokumen SNI untuk detail lebih lanjut).
Dokumen Sumber
Untuk detail lebih lanjut, Anda dapat mengakses dokumen sumber SNI 1969:2016 melalui tautan di bawah ini.
Dapatkan dokumen resmi di Pesta BSN.
Standar terkait: SNI 03-1969-1990 | SNI 1969:2008