Layar Terlalu Kecil

Lebar layar Anda saat ini tidak mencukupi untuk menampilkan laman web secara optimal. Untuk pengalaman terbaik, harap gunakan perangkat dengan layar lebih besar atau sesuaikan pengaturan Anda.

Beberapa hal yang dapat Anda coba:

Tentang SNI 1970:2016 (ICS 91.100.15)

SNI 1970:2016 Metode Uji Berat Jenis dan Penyerapan Air Agregat Halus merupakan revisi dari SNI 1970:2008. Perbedaan utama SNI 1970:2016 dengan edisi sebelumnya meliputi perubahan lama perendaman agregat dari 24±4 jam menjadi 15-19 jam, penyesuaian nilai berat jenis air sesuai temperatur saat penimbangan, serta penambahan penjelasan mengenai pengaruh material halus lolos ayakan No. 200 (75 μm) terhadap hasil pengujian. Standar SNI 1970:2016 banyak mengacu pada AASHTO T 84-13 dan ASTM C128.

Ruang Lingkup dan Tujuan

Metode uji SNI 1970:2016 digunakan untuk menentukan berat jenis curah kering, berat jenis curah kondisi jenuh kering permukaan (Saturated Surface Dry (SSD)), berat jenis semu, serta angka penyerapan air agregat halus setelah perendaman selama 15 jam sampai dengan 19 jam. Kondisi-kondisi tersebut penting dalam perhitungan volume absolut untuk campuran beton, campuran aspal, dan aplikasi lainnya. Standar SNI 1970:2016 tidak mencakup ketentuan keselamatan dan kesehatan kerja.

Istilah Penting

  • Agregat Halus: Pasir alam atau hasil pemecahan batu dengan ukuran butir maksimum 4,75 mm (No. 4).
  • Berat Jenis Curah: Perbandingan berat agregat kering oven terhadap berat air suling dengan volume yang sama (termasuk rongga dalam butir).
  • Berat Jenis Jenuh Kering Permukaan (Saturated Surface Dry (SSD)): Perbandingan berat agregat dalam kondisi jenuh (pori terisi air, permukaan kering) terhadap berat air suling dengan volume yang sama.
  • Berat Jenis Semu: Perbandingan berat agregat kering oven terhadap berat air suling dengan volume yang sama, namun hanya memperhitungkan volume bagian padat (impermeabel) saja.
  • Penyerapan Air: Kemampuan agregat menyerap air ke dalam pori-pori, dinyatakan sebagai persentase dari berat kering oven.

Peralatan

  • Timbangan yang sesuai dengan persyaratan SNI 05-6414-2000.
  • Piknometer berupa labu atau wadah dengan kapasitas minimal 500 mL untuk benda uji ±500 gram. Labu Le Chatelier juga dapat digunakan untuk benda uji 55 gram.
  • Cetakan kerucut (cone) berupa cetakan baja tebal 0,8 mm dengan diameter atas 40±3 mm, diameter bawah 90±3 mm, dan tinggi 75±3 mm.
  • Batang penumbuk berupa logam dengan berat 340±15 gram, diameter permukaan tumbuk 25±3 mm.
  • Oven yang dilengkapi pengatur suhu yang mampu memanaskan hingga 110±5°C.
  • Termometer dengan ketelitian pembacaan 1°C.
  • Alat bantu berupa pompa vakum/pemanas (untuk mengeluarkan gelembung), ayakan 4,75 mm, talam, dan bejana air.

Persiapan Contoh Uji

  • Siapkan contoh agregat halus sebanyak ±1 kg sesuai SNI 13-6717-2002.
  • Keringkan agregat dalam oven pada suhu 110±5°C hingga berat tetap. Setelah dingin, rendam dalam air selama 15 jam sampai dengan 19 jam.
  • Kurangi kelebihan air dan tebarkan agregat di atas permukaan datar yang tidak menyerap air. Keringkan dengan aliran udara hangat sambil diaduk hingga mencapai kondisi jenuh kering permukaan (SSD).
  • Lakukan uji kerucut (slump test) untuk memeriksa apakah kondisi SSD telah tercapai. Masukkan agregat ke dalam cetakan kerucut, padatkan dengan batang penumbuk 25 kali. Angkat cetakan secara vertikal. Jika agregat runtuh sedikit demi sedikit, kondisi SSD telah tercapai. Jika masih berbentuk cetakan, agregat masih terlalu basah.

Prosedur Pengujian (Metode Piknometer)

  • Isi piknometer dengan air sebagian. Masukkan agregat halus kondisi SSD sebanyak 500±10 gram ke dalam piknometer.
  • Tambahkan air hingga 90% kapasitas piknometer. Putar dan guncangkan untuk mengeluarkan gelembung udara. Jika perlu, gunakan pompa vakum atau pemanas untuk mempercepat pengeluaran gelembung.
  • Setelah gelembung hilang, penuhkan piknometer dengan air sampai batas pembacaan. Pastikan temperatur piknometer, air, dan agregat berada pada 23±1,7°C. Timbang berat total (piknometer + benda uji + air) dan catat sebagai C.
  • Keluarkan agregat dari piknometer, keringkan dalam oven pada suhu 110±5°C hingga berat tetap, dinginkan, dan timbang berat kering oven sebagai A.
  • Timbang berat piknometer yang berisi air penuh pada temperatur 23±1,7°C dan catat sebagai B.

Prosedur Alternatif (Labu Le Chatelier)

Prosedur pengujian alternatif dengan menggunakan labu Le Chatelier digunakan untuk benda uji 55±5 gram. Catat pembacaan awal (R₁) dan akhir (R₂) volume air dalam labu setelah agregat dimasukkan dan gelembung udara dikeluarkan.

Perhitungan (Metode Piknometer)

Berat Jenis Curah (Bulk Specific Gravity) - Sd:


Sd=A(B+SC)S_d = \dfrac{A}{(B + S - C)}


Berat Jenis Jenuh Kering Permukaan (SSD) - Ss:


Ss=S(B+SC)S_s = \dfrac{S}{(B + S - C)}


Berat Jenis Semu (Apparent Specific Gravity) - Sa:


Sa=A(B+AC)S_a = \dfrac{A}{(B + A - C)}


Penyerapan Air (Absorption) - Aw:


Aw=[SAA]×100%A_w = \left[ \dfrac{S - A}{A} \right] \times 100\%


Keterangan:

  • A = Berat benda uji kering oven (gram)
  • S = Berat benda uji kondisi jenuh kering permukaan (SSD) (gram)
  • B = Berat piknometer berisi air (gram)
  • C = Berat piknometer + benda uji + air sampai batas pembacaan (gram)

Perhitungan Alternatif (Labu Le Chatelier)

Berat jenis curah:


Sd=S1(AS)ρ(R2R1)S_d = \dfrac{S_1 \left( \dfrac{A}{S} \right)}{\rho (R_2 - R_1)}


Keterangan:

  • ρ\rho = Berat jenis air (pada temperatur 23±1,7°C = 0,9975)
  • A = Berat benda uji kering oven (gram)
  • R₁ = Pembacaan awal posisi air pada labu Le Chatelier
  • R₂ = Pembacaan akhir posisi air pada labu Le Chatelier
  • S = Berat benda uji kondisi jenuh kering permukaan (gram)
  • S₁ = Berat benda uji kondisi jenuh kering permukaan yang dimasukkan ke labu (gram)

Pelaporan

  • Laporkan hasil berat jenis dengan ketelitian 0,001.
  • Laporkan hasil penyerapan air dengan ketelitian 0,1 persen.
  • Jika agregat diuji pada kondisi kelembaban alami (tanpa pengeringan dan perendaman awal), laporkan prosedur yang digunakan untuk mencegah kekeringan sebelum pengujian.

Ketelitian dan Penyimpangan

  • Perkiraan ketelitian metode uji SNI 1970:2016 berdasarkan program AASHTO Materials Laboratory Reference Sample Program. Lihat tabel dalam dokumen SNI untuk detail lebih lanjut.
  • Karena tidak ada bahan acuan yang memadai, tidak ada pernyataan penyimpangan yang dapat dibuat untuk metode SNI 1970:2016.

Pengaruh Material Halus Lolos Ayakan No. 200

Keberadaan material halus (lolos ayakan 75 μm) dapat mempengaruhi hasil pengujian. Partikel halus dapat membentuk lapisan di sekitar butiran agregat kasar selama proses pengeringan permukaan, sehingga berat jenis dan penyerapan yang terukur adalah dari partikel yang teraglomerasi, bukan dari material asli.

  • Jika kadar material halus < 4%, perbedaan berat jenis curah antara sampel yang dicuci dan tidak dicuci kurang dari 0,03.
  • Jika kadar material halus > 8%, perbedaan berat jenis dapat mencapai 0,13.

Dokumen Sumber

Untuk detail lebih lanjut, Anda dapat mengakses dokumen sumber SNI 1970:2016 melalui tautan di bawah ini.


Dapatkan dokumen resmi di Pesta BSN.