Tentang SNI 1973:2008 (ICS 91.100.30)
SNI 1973:2008 Cara Uji Berat Isi, Volume Produksi Campuran dan Kadar Udara Beton merupakan revisi dari SNI 03-1973-1990. Perbedaan utama SNI 1973:2008 dengan edisi sebelumnya terletak pada spesifikasi kapasitas wadah ukur, jumlah tusukan untuk pemadatan, dan metode perhitungan yang digunakan.
Ruang Lingkup
Cara uji yang tercantum dalam SNI 1973:2008 mencakup penentuan berat isi (unit weight) dari campuran beton segar. Berdasarkan data yang diperoleh, standar SNI 1973:2008 juga menyediakan rumus untuk menghitung volume produksi campuran (yield), kadar semen aktual, dan kadar udara dalam beton secara gravimetri.
Istilah Penting
- Berat Isi: Berat per satuan volume beton segar.
- Berat Isi Teoritis: Berat isi beton yang dihitung di laboratorium dalam keadaan bebas udara, dengan asumsi komposisi dan bahan identik. Berat isi teoritis dihitung dari total berat material dibagi total volume absolut.
- Volume Produksi Campuran (Yield): Volume beton segar yang dihasilkan dari suatu adukan.
- Kadar Udara: Jumlah udara yang terperangkap dalam beton segar.
Peralatan
- Timbangan dengan ketelitian 45 g atau 0,3% dari berat benda uji.
- Wadah ukur silinder yang terbuat dari baja atau logam non-reaktif. Kapasitas minimumnya ditentukan berdasarkan ukuran maksimum agregat kasar.
- Batang penusuk berupa baja lurus diameter 16 mm, panjang 600 mm, ujung bulat.
- Penggetar internal dengan frekuensi minimal 7000 getaran per menit, diameter 19-38 mm, panjang minimal 600 mm.
- Alat perata berupa pelat logam atau akrilik/kaca dengan permukaan rata.
- Palu karet dengan berat 600±200 g untuk wadah ukur ≤14 liter, dan 1000±200 g untuk wadah ukur >14 liter.
Persiapan Contoh Uji
Contoh uji campuran beton segar harus diperoleh sesuai dengan SNI 03-2458-1991 (lihat metode pengambilan contoh).
Prosedur Pengujian
Pemilihan metode pemadatan didasarkan pada nilai slump beton:
- Slump > 75 mm: Gunakan metode penusukan.
- Slump 25 - 75 mm: Dapat menggunakan penusukan atau penggetaran internal.
- Slump < 25 mm (Beton Non-plastis): Hanya boleh menggunakan penggetaran internal.
Detail prosedur pemadatan dan pengisian adalah sebagai berikut:
- Beton dimasukkan dalam 3 lapis sama besar. Setiap lapis ditusuk secara merata (25 tusukan untuk wadah ≤14 liter, 50 tusukan untuk wadah 28 liter). Setelah ditusuk, sisi wadah dipukul 10-15 kali dengan palu karet. Tusukan lapisan bawah tidak menyentuh dasar wadah, dan tusukan lapisan atas menembus lapisan di bawahnya sedalam 25 mm.
- Beton dimasukkan dalam 2 lapis sama besar. Penggetar dimasukkan di 3 titik berbeda per lapis. Pada lapis pertama, penggetar diusahakan tidak menyentuh dasar wadah. Pada lapis terakhir, penggetar harus menembus lapis di bawahnya kira-kira 25 mm. Penggetaran dilakukan hingga beton padat (permukaan relatif mulus).
- Setelah pemadatan, pastikan wadah tidak kekurangan atau kelebihan beton. Kelebihan beton maksimum sekitar 3 mm di atas bibir wadah dan harus segera dipindahkan sebelum perataan.
- Ratakan permukaan atas beton tepat dengan bibir atas wadah menggunakan alat perata dengan gerakan menyapu dan tekanan vertikal hingga permukaan benar-benar rata dan mulus.
- Bersihkan semua kelebihan beton yang menempel di bagian luar wadah, lalu timbang berat wadah yang berisi beton sesuai dengan ketelitian timbangan yang dipersyaratkan.
Perhitungan
Berat Isi Beton (D):
Keterangan:
- D = Berat isi beton (kg/m³)
- Mc = Berat wadah ukur yang diisi beton (kg)
- Mm = Berat wadah ukur kosong (kg)
- Vm = Volume wadah ukur (m³)
Volume Produksi Campuran (Y):
Keterangan:
- Y = Volume produksi campuran (yield) (m³)
- M = Berat total semua material dalam campuran (kg)
- D = Berat isi beton (kg/m³)
Perbandingan Yield Relatif (Ry):
Keterangan:
- Ry = Perbandingan volume produksi campuran relatif
- Y = Volume produksi campuran aktual (m³)
- Yd = Volume beton yang dirancang untuk diproduksi (m³)
Catatan: Nilai Ry yang lebih besar dari 1,00 menunjukkan suatu kelebihan beton yang diproduksi, sedangkan nilai yang lebih kecil menunjukkan campuran kurang dari volume desain.
Kadar Semen Aktual (C):
Keterangan:
- C = Kadar semen aktual (kg/m³)
- Cb = Berat semen dalam campuran (kg)
- Y = Volume produksi campuran (m³)
Kadar Udara (A):
atau
Keterangan:
- A = Kadar udara dalam beton (%)
- D = Berat isi beton (kg/m³)
- T = Berat isi teoritis beton (kg/m³)
- Y = Volume produksi campuran (m³)
- V = Volume absolut total (m³)
Ketelitian dan Penyimpangan
- Penyimpangan standar teknisi tunggal untuk berat isi campuran beton segar adalah 10,4 kg/m³. Dua hasil uji oleh teknisi yang sama untuk benda uji beton yang sama tidak boleh berbeda lebih dari 29,6 kg/m³.
- Penyimpangan standar beberapa teknisi untuk berat isi campuran beton segar adalah 13,1 kg/m³. Dua hasil uji oleh dua teknisi berbeda untuk benda uji beton yang sama tidak boleh berbeda lebih dari 37,0 kg/m³.
- Cara uji yang tercantum dalam SNI 1973:2008 tidak memiliki penyimpangan untuk berat isi sebagaimana yang didefinisikan dalam pengujian.
Dokumen Sumber
Untuk detail lebih lanjut, Anda dapat mengakses dokumen sumber SNI 1973:2008 melalui tautan di bawah ini.
Dapatkan dokumen resmi di Pesta BSN.