Layar Terlalu Kecil

Lebar layar Anda saat ini tidak mencukupi untuk menampilkan laman web secara optimal. Untuk pengalaman terbaik, harap gunakan perangkat dengan layar lebih besar atau sesuaikan pengaturan Anda.

Beberapa hal yang dapat Anda coba:

Tentang SNI ASTM C136:2012

SNI ASTM C136:2012 Metode Uji untuk Analisis Saringan Agregat Halus dan Agregat Kasar merupakan revisi dari SNI 03-1968-1990 dan merupakan adopsi identik dari ASTM C136-06. Standar SNI ASTM C136:2012 digunakan untuk menentukan pembagian ukuran partikel agregat halus dan agregat kasar melalui proses penyaringan. Revisi yang terdapat dalam SNI ASTM C136:2012 mencakup perubahan judul, penambahan istilah dan definisi, persyaratan dan ketentuan cara pengujian, penjelasan rumus, serta penambahan contoh formulir pengujian.

Ruang Lingkup dan Tujuan

Metode uji yang terdapat dalam SNI ASTM C136:2012 meliputi penentuan pembagian ukuran partikel agregat halus dan agregat kasar dengan penyaringan. Beberapa spesifikasi untuk agregat yang mengacu pada metode SNI ASTM C136:2012 berisikan persyaratan gradasi agregat halus ataupun agregat kasar, termasuk instruksi untuk analisis saringan. Tujuannya adalah untuk mengetahui gradasi butiran dari agregat halus dan agregat kasar termasuk agregat campuran. Standar SNI ASTM C136:2012 tidak mencakup semua ketentuan keselamatan dan kesehatan kerja, yang menjadi tanggung jawab pengguna.

Istilah Penting

  • Agregat halus: Material yang lolos saringan 4,75 mm (No. 4), seperti pasir alam atau pasir hasil pemecahan batu.
  • Agregat kasar: Material yang tertahan saringan 4,75 mm (No. 4), seperti kerikil atau batu pecah.
  • Gradasi: Distribusi ukuran partikel agregat yang dinyatakan dalam persentase berat yang lolos atau tertahan pada setiap ukuran saringan.
  • Modulus kehalusan (fineness modulus): Indeks numerik yang menunjukkan kehalusan atau kekasaran agregat, dihitung dengan menjumlahkan persentase kumulatif tertahan pada saringan standar dan dibagi 100.
  • Saringan (sieve): Alat dengan anyaman kawat berlubang dengan ukuran bukaan tertentu untuk memisahkan partikel berdasarkan ukurannya.
  • Pengguncang saringan mekanis (mechanical sieve shaker): Alat yang menggerakkan saringan secara mekanis untuk mempercepat proses penyaringan.

Ringkasan Metode Uji

Contoh uji agregat kering dengan massa yang sudah diketahui dipisahkan melalui rangkaian saringan dengan bukaan yang semakin kecil (dari ukuran besar ke kecil) untuk menentukan pembagian ukuran partikel. Hasil pengujian dinyatakan dalam persentase material yang tertahan pada setiap saringan, persentase total material yang lolos setiap saringan, serta indeks modulus kehalusan.

Arti dan Kegunaan

  • Metode uji SNI ASTM C136:2012 terutama digunakan untuk menentukan gradasi agregat. Hasil tersebut biasanya digunakan untuk memeriksa pemenuhan distribusi ukuran partikel terhadap persyaratan spesifikasi dan untuk menyediakan data penting dalam mengatur produksi agregat serta campuran yang mengandung agregat.
  • Data gradasi berguna khususnya terkait dengan porositas dan pengepakan (porosity and packing) agregat.
  • Ketelitian penentuan material yang lolos saringan 75 µm (No. 200) tidak dapat dicapai hanya dengan metode ini. Untuk material lolos saringan 75 µm dengan pencucian harus dilakukan sesuai ASTM C117.

Peralatan

  • Timbangan: Untuk agregat halus, pembacaan sampai 0,1 g dan ketelitian 0,1 g atau 0,1% dari massa uji (pilih yang lebih besar). Untuk agregat kasar atau campuran, pembacaan dan ketelitian sampai 0,5 g atau 0,1% dari massa uji (pilih yang lebih besar).
  • Saringan: Harus terpasang pada rangka yang mencegah kehilangan material, sesuai dengan persyaratan ASTM E11 (SNI 03-6866-2002). Disarankan menggunakan saringan dengan diameter lebih besar dari 203,2 mm (8 inci) untuk agregat kasar guna mengurangi kemungkinan beban berlebih.
  • Pengguncang saringan mekanis: Digunakan untuk agregat dengan jumlah contoh besar (20 kg atau lebih). Gerakan harus menyebabkan butiran memantul, berjatuhan, atau berputar tidak beraturan di atas permukaan saringan.
  • Oven: Ukuran sesuai, mampu mempertahankan temperatur merata pada (110 ± 5) °C.

Tabel Berat Minimum Contoh Uji Agregat Kasar

Tabel 1 - Berat Minimum Contoh Uji Agregat Kasar Berdasarkan Ukuran Nominal Maksimum Bukaan Saringan. Sumber: SNI ASTM C136:2012.
Ukuran nominal maksimum bukaan saringan Massa minimum contoh uji
mm inci kg lb
9,5
3/8
1
2
12,5
1/2
2
4
19,0
3/4
5
11
25,0
1
10
22
37,5

15
33
50,0
2
20
44
63,0

35
77
75,0
3
60
130
90,0

100
220
100,0
4
150
330
125,0
5
300
660

Tabel Jumlah Contoh Uji Maksimum yang Diizinkan Tertahan pada Saringan

Tabel 2 - Jumlah Contoh Uji Maksimum (kg) yang Diizinkan Tertahan pada Saringan untuk Berbagai Dimensi Saringan. Sumber: SNI ASTM C136:2012.
Bukaan saringan (mm) Dimensi nominal saringan
203,2 mm 254 mm 304,8 mm (350 x 350) mm (372 x 580) mm
Luas bidang penyaringan (m²)
0,0285 0,0457 0,0670 0,1225 0,2158
125 - - - - 67,4
100 - - - 30,6 53,9
90 - - 15,1 27,6 48,5
75 - 8,6 12,6 23,0 40,5
63 - 7,2 10,6 19,3 34,0
50 3,6 5,7 8,4 15,3 27,0
37,5 2,7 4,3 6,3 11,5 20,2
25,0 1,8 2,9 4,2 7,7 13,5
19,0 1,4 2,2 3,2 5,8 10,2
12,5 0,89 1,4 2,1 3,8 6,7
9,5 0,67 1,1 1,6 2,9 5,1
4,75 0,33 0,54 0,80 1,5 2,6
Catatan: Perhitungan = 2,5 × [bukaan saringan (mm) × luas efektif bidang saringan (m²)] dalam kg.

Pengambilan dan Penyiapan Contoh Uji

  • Pengambilan contoh uji agregat sesuai ASTM D75 (SNI 03-6889-2002). Berat contoh lapangan minimal empat kali jumlah yang disyaratkan untuk pengujian.
  • Pengadukan contoh agregat dilakukan secara seksama, kemudian contoh dikurangi hingga jumlah sesuai pengujian menggunakan prosedur ASTM C702 (SNI 13-6717-2002).
  • Agregat halus: Jumlah contoh uji setelah kering minimal 300 gram.
  • Agregat kasar: Jumlah contoh uji sesuai Tabel 1.
  • Campuran agregat kasar dan halus: Jumlah contoh uji sama dengan untuk agregat kasar.
  • Untuk agregat dengan ukuran nominal maksimum ≥ 50 mm, contoh uji perlu diperlakukan khusus untuk mencegah pengurangan contoh yang tidak tepat.
  • Jika material lolos saringan 75 µm (No. 200) harus ditentukan, ikuti prosedur ASTM C117 terlebih dahulu.

Prosedur Pengujian (Cara Uji)

  • Keringkan contoh uji sampai berat tetap pada temperatur 110 ± 5 °C. Untuk keperluan kontrol yang membutuhkan hasil segera, agregat kasar umumnya tidak perlu dikeringkan kecuali ukuran maksimum kurang dari 12,5 mm, mengandung banyak material halus, atau memiliki penyerapan tinggi.
  • Susun saringan dengan urutan dari bukaan terbesar di atas hingga terkecil di bawah, dengan pan di bagian paling bawah.
  • Jumlah contoh uji pada saringan dibatasi:
    • Untuk saringan < 4,75 mm: maksimum 7 kg/m² luas permukaan saringan.
    • Untuk saringan ≥ 4,75 mm: tidak melebihi 2,5 × [bukaan saringan (mm) × luas penyaringan efektif (m²)] dalam kg (lihat Tabel 2).
  • Guncang saringan secara manual atau mekanis dengan waktu yang cukup sehingga setelah selesai tidak lebih dari 1% massa total contoh tertahan pada setiap saringan dalam 1 menit penyaringan manual lanjutan.
  • Untuk campuran agregat kasar dan halus, bagian contoh yang lolos saringan 4,75 mm dapat disaring secara terpisah atau dikurangi menggunakan pemisah contoh mekanis.
  • Untuk partikel > 75 mm, lakukan penyaringan tangan dengan menentukan bukaan saringan terkecil sampai setiap partikel bisa lolos. Jangan memaksa partikel untuk lolos.
  • Timbang massa contoh yang tertahan pada setiap saringan dengan ketelitian 0,1% dari massa total contoh. Jika perbedaan massa total setelah penyaringan lebih dari 0,3% dari massa awal, hasil tidak boleh digunakan untuk syarat penerimaan.

Perhitungan

Persentase lolos, persentase total tertahan, atau persentase dalam berbagai fraksi dihitung sampai mendekati 0,1% berdasarkan massa awal total contoh uji kering.

Rumus untuk contoh uji yang dikurangi:

Apabila contoh uji lolos saringan 4,75 mm (No. 4) dikurangi menggunakan pemisah contoh mekanis:


A=W1W2×BA = \frac{W_1}{W_2} \times B


Keterangan:

  • A = Massa setiap ukuran pada jumlah contoh uji total
  • W₁ = Massa setiap fraksi lolos saringan 4,75 mm pada contoh yang dikurangi
  • W₂ = Massa contoh uji lolos saringan 4,75 mm yang disaring (setelah dikurangi)
  • B = Jumlah massa agregat halus dari agregat gabungan

Modulus kehalusan:

Modulus kehalusan dihitung dengan menjumlahkan persentase kumulatif tertahan pada saringan standar (0,150 mm; 0,300 mm; 0,600 mm; 1,18 mm; 2,36 mm; 4,75 mm; 9,6 mm; 19,0 mm; 37,5 mm; 75 mm; 150 mm) dan dibagi 100.


Modulus kehalusan=(persentase kumulatif tertahan pada saringan standar)100\text{Modulus kehalusan} = \frac{\sum (\text{persentase kumulatif tertahan pada saringan standar})}{100}

Tabel Ketelitian Pengujian Analisis Saringan

Tabel 3 - Ketelitian untuk Agregat Kasar dan Agregat Halus. Sumber: SNI ASTM C136:2012.
Persentase total bahan yang lolos saringan Agregat kasar Agregat halus
Dari (%) Sampai (%) Deviasi standar (1s) Rentang (d2s) Deviasi standar (1s) Rentang (d2s)
Ketelitian operator tunggal:
< 100 ≥ 95 0,32 0,9 0,26 0,7
< 95 ≥ 85 0,81 2,3 0,55 1,6
< 85 ≥ 80 1,34 3,8
< 80 ≥ 60 2,25 6,4
< 60 ≥ 20 1,32 3,7 0,83 2,4
< 20 ≥ 15 0,96 2,7 0,54 1,5
< 15 ≥ 10 1 2,8 0,36 1
< 10 ≥ 5 0,75 2,1 0,37 1,1
< 5 ≥ 2 0,53 1,5
< 2 > 0 0,27 0,8 0,14 0,4
Ketelitian beberapa laboratorium:
< 100
≥ 95
0,35
1
0,23
0,6
< 95
≥ 85
1,37
3,9
0,77
2,2
< 85
≥ 80
1,98
5,4
< 80
≥ 60
2,82
8
< 60
≥ 20
1,97
5,6
1,41
4
< 20
≥ 15
1,6
4,5
1,1
3,1
< 15
≥ 10
1,48
4,2
0,73
2,1
< 10
≥ 5
1,22
3,4
0,65
1,8
< 5
≥ 2
1,04
3
< 2
> 0
0,45
1,3
0,31
0,9

Catatan: Angka-angka menunjukkan batas (1s) dan (d2s) dalam ASTM C670 (SNI 03-6865-2002). Estimasi ketelitian agregat kasar berdasarkan agregat ukuran nominal maksimum 19,0 mm (¾ inci).

Pelaporan

  • Laporan harus mencakup persentase total material yang lolos setiap saringan, atau persentase total material yang tertahan pada setiap saringan, atau persentase material yang tertahan antara saringan-saringan berurutan.
  • Persentase dilaporkan mendekati angka bulat, kecuali persentase lolos saringan 0,075 mm (No. 200) kurang dari 10% dilaporkan sampai 0,1%.
  • Modulus kehalusan dilaporkan sampai mendekati 0,01 jika diperlukan.

Dokumen Sumber

Untuk detail lebih lanjut, Anda dapat mengakses dokumen sumber SNI ASTM C136:2012 melalui tautan di bawah ini.


Akses dokumen SNI ASTM C136:2012 >>>

Dapatkan dokumen resmi di Pesta BSN.