Layar Terlalu Kecil

Lebar layar Anda saat ini tidak mencukupi untuk menampilkan laman web secara optimal. Untuk pengalaman terbaik, harap gunakan perangkat dengan layar lebih besar atau sesuaikan pengaturan Anda.

Beberapa hal yang dapat Anda coba:

Tentang SNI 03-4430-1997

SNI 03-4430-1997 Metode Pengujian Elemen Struktur Beton dengan Alat Palu Beton Tipe N dan NR mengatur prosedur pengujian kekerasan permukaan beton menggunakan alat palu beton (hammer test) untuk memperkirakan nilai kuat tekan beton secara non-destruktif di lapangan. Metode SNI 03-4430-1997 digunakan sebagai acuan dan pegangan dalam melaksanakan uji kekerasan permukaan beton, yang hasilnya dapat dimanfaatkan untuk keperluan pengendalian mutu beton di lapangan. Standar SNI 03-4430-1997 bukan merupakan alternatif dari pengujian kuat tekan beton destruktif, melainkan sebagai indikator untuk menilai mutu beton secara tidak langsung.

Ruang Lingkup dan Tujuan

Maksud: Metode SNI 03-4430-1997 dimaksudkan sebagai acuan dan pegangan dalam melaksanakan uji kekerasan permukaan beton di lapangan.

Tujuan: Untuk memperkirakan nilai kuat tekan beton pada suatu elemen struktur guna keperluan pengendalian mutu beton di lapangan bagi perencana dan atau pengawas pelaksanaan pekerjaan.

Ruang Lingkup: Metode SNI 03-4430-1997 mencakup ketentuan dan cara uji, pengukuran nilai lenting (rebound number) dengan alat palu beton, serta perkiraan besarnya kuat tekan beton pada struktur berdasarkan benda uji kubus atau silinder.

Istilah Penting

  • Alat palu beton (concrete test hammer): Palu baja yang digerakkan oleh gaya pegas yang apabila dilepaskan akan memukul peluncur baja ke permukaan beton.
  • Kekerasan permukaan: Kekerasan yang ditunjukkan oleh besarnya nilai lenting (rebound number) dari alat palu beton.
  • Nilai lenting (rebound number): Nilai pembacaan yang ditunjukkan oleh alat setelah peluncur baja memukul permukaan beton.
  • Palu beton tipe N: Alat uji palu beton yang digunakan untuk pengujian struktur beton normal, tidak dilengkapi dengan alat pencatat data (recorder).
  • Palu beton tipe NR: Alat uji palu beton untuk struktur beton normal yang dilengkapi dengan alat pencatat data (recorder).
  • Inklinasi: Kemiringan arah pukulan terhadap bidang horizontal, yang memerlukan koreksi nilai lenting.

Ketentuan Umum

  • Setiap elemen struktur yang diuji harus diberi identitas yang jelas.
  • Palu beton yang digunakan harus sudah dikalibrasi dengan testing anvil sesuai ketentuan yang berlaku atau petunjuk dari pabrik pembuatnya.
  • Bila secara visual tampak kelainan khusus (misalnya indikasi karbonasi), diharuskan melakukan uji karbonasi sebelum pengujian dengan alat palu beton.
  • Hasil pengujian harus ditandatangani oleh teknisi pelaksana yang ditunjuk sebagai penanggung jawab pengujian.
  • Laporan pengujian harus disahkan oleh kepala laboratorium dengan dibubuhi nama dan tanda tangan.
  • Metode SNI 03-4430-1997 bukan merupakan alternatif pengujian kuat tekan beton destruktif, melainkan indikator untuk menilai mutu beton secara tidak langsung.

Peralatan

  • Alat palu beton tipe N atau NR yang dilengkapi dengan bagian-bagian yaitu peluncur baja, tabung pembungkus, penunjuk nilai lenting, pegas penekan, pegas pemantul, dan komponen lainnya sesuai skema dalam standar.
  • Pegas baja pada alat harus dapat bergerak pada kecepatan yang tetap dan dapat berulang-ulang dengan konsisten.
  • Nilai lenting harus dapat dibaca pada garis skala yang terpasang pada rangka selubung atau pada lembar pencatat (untuk tipe NR).

Benda dan Bidang Uji

Benda Uji (Elemen Struktur)

  • Elemen struktur pelat dan dinding dengan tebal minimal 100 mm.
  • Elemen struktur kolom dengan ukuran minimal 125 mm.

Bidang Uji

  • Permukaan beton yang akan diuji harus padat, halus, dan tidak dilapisi plesteran atau bahan pelapis lainnya.
  • Bidang uji harus kering dan halus, bebas dari tonjolan atau lubang-lubang.
  • Lokasi bidang uji ditentukan sesuai dimensi elemen struktur dan jumlah nilai uji yang diperlukan.

Persiapan Pengujian

  • Permukaan bidang uji diberi tanda batas lokasi titik-titik uji dengan ukuran minimal 100 x 100 mm².
  • Permukaan bidang uji yang kasar harus digerinda halus sebelum diuji.
  • Bidang uji pada struktur yang berumur lebih dari enam bulan harus digerinda rata sampai kedalaman 5 mm sebelum diuji, terutama jika hasil ujinya akan dibandingkan dengan hasil uji beton yang berumur lebih muda.

Arah Pukulan dan Koreksi Inklinasi

  • Arah pukulan pada suatu lokasi bidang uji harus konsisten (sama untuk semua titik).
  • Pada pengujian dengan arah pukulan tidak horizontal (misalnya vertikal ke atas, vertikal ke bawah, atau miring), nilai lenting rata-rata harus dikoreksi dengan nilai inklinasi sesuai petunjuk penggunaan alat palu uji yang bersangkutan.

Prosedur Pengujian

  • Sentuhkan ujung peluncur baja pada permukaan titik uji dengan posisi tegak lurus terhadap bidang uji.
  • Secara perlahan tekan palu beton dengan arah tegak lurus bidang uji sampai terjadi pukulan pada titik uji.
  • Lakukan 10 kali pukulan pada satu lokasi bidang uji dengan jarak terdekat antar titik pukulan minimal 25 mm.
  • Catat semua nilai pembacaan yang ditunjukkan oleh skala.
  • Hitung nilai rata-rata dari 10 pembacaan tersebut.
  • Nilai pembacaan yang berselisih lebih dari 5 satuan terhadap nilai rata-rata tidak boleh diperhitungkan. Kemudian hitung ulang nilai rata-rata dari sisa data yang valid.
  • Jika terdapat dua atau lebih nilai pembacaan yang berselisih 5 satuan terhadap nilai rata-ratanya, semua nilai pembacaan harus diabaikan (pengujian ulang diperlukan pada lokasi yang berbeda).
  • Koreksi nilai akhir rata-rata sesuai inklinasi pukulan bila arah pukulan tidak horizontal.
  • Perkirakan nilai kuat tekan kubus atau silinder beton dengan menggunakan tabel atau kurva korelasi yang terdapat pada petunjuk penggunaan palu beton yang bersangkutan.

Perkiraan Kuat Tekan Beton

Kuat tekan beton diperkirakan berdasarkan nilai lenting yang diperoleh (atau yang telah dikoreksi nilai inklinasinya) dengan menggunakan tabel atau kurva korelasi pada petunjuk penggunaan alat palu beton yang dipakai. Setiap alat palu beton umumnya memiliki kurva korelasi spesifik yang menghubungkan nilai lenting dengan kuat tekan beton (kg/cm² atau MPa).

Laporan Uji

Laporan hasil perkiraan kuat tekan elemen struktur dengan alat palu beton harus memuat:

  • Nomor dan tanggal laporan.
  • Identifikasi elemen struktur yang diuji (jenis, lokasi, dan kode).
  • Tanggal pelaksanaan pengujian.
  • Lokasi bidang uji pada elemen struktur.
  • Keterangan yang dianggap perlu mengenai elemen struktur (misalnya umur beton, kondisi permukaan).
  • Nilai-nilai pembacaan rata-rata pada suatu bidang uji.
  • Nilai koreksi sesuai inklinasi arah pukulan (jika ada).
  • Perkiraan kuat tekan beton kubus atau silinder.
  • Nama dan tanda tangan teknisi penguji.
  • Nama dan tanda tangan kepala laboratorium.

Dokumen Sumber

Untuk detail lebih lanjut, Anda dapat mengakses dokumen sumber SNI 03-4430-1997 melalui tautan di bawah ini.


Akses dokumen SNI 03-4430-1997 >>>

Dapatkan dokumen resmi di Pesta BSN.